Tim Disaster Victim Identification (DVI) dikerahkan ke Kabupaten Halmahera untuk membantu proses identifikasi korban meninggal dunia akibat erupsi Gunung Dukono. Langkah tersebut dilakukan guna memastikan identitas korban dapat diketahui secara akurat sebelum diserahkan kepada pihak keluarga.
Petugas gabungan bersama tim medis sebelumnya melakukan evakuasi terhadap para korban dari lokasi terdampak erupsi. Proses identifikasi dilakukan dengan mengumpulkan data ante mortem dan post mortem, termasuk pemeriksaan ciri fisik serta dokumen pendukung lainnya.
“Kami mengerahkan tim DVI untuk mempercepat proses identifikasi korban sehingga penanganannya dapat berjalan sesuai prosedur,” ujar salah satu petugas.
Selain melakukan identifikasi korban, aparat dan relawan juga terus melakukan pendataan terhadap warga terdampak erupsi. Sejumlah warga dilaporkan mengungsi ke lokasi yang lebih aman untuk menghindari risiko abu vulkanik dan potensi erupsi susulan.
Pemerintah daerah bersama Badan Penanggulangan Bencana terus menyalurkan bantuan logistik bagi warga terdampak, termasuk kebutuhan makanan, masker, dan layanan kesehatan. Aktivitas masyarakat di sekitar kawasan rawan juga diminta dibatasi demi keselamatan.
Sementara itu, pihak berwenang mengimbau warga tetap mengikuti arahan petugas dan memantau informasi resmi terkait aktivitas Gunung Dukono. Masyarakat diminta tidak mendekati zona berbahaya yang telah ditetapkan guna menghindari risiko lebih besar akibat aktivitas vulkanik.










































