Seorang ibu hamil di Kabupaten Tapanuli Selatan harus ditandu menggunakan bambu selama sekitar enam jam untuk mendapatkan penanganan medis ke rumah sakit. Perjalanan panjang dan sulit yang ditempuh dari daerah terpencil itu berujung duka setelah bayi yang dikandung dilaporkan meninggal dunia.
Peristiwa tersebut terjadi karena akses jalan menuju fasilitas kesehatan dinilai masih sulit dilalui kendaraan. Warga bersama keluarga terpaksa menandu ibu hamil tersebut melewati medan berat agar bisa segera mendapatkan pertolongan medis.
“Kondisi jalan membuat kendaraan sulit masuk sehingga korban harus ditandu secara manual,” ujar salah satu warga.
Setelah menempuh perjalanan berjam-jam, ibu hamil itu akhirnya tiba di rumah sakit dan langsung mendapatkan penanganan dari tim medis. Namun, bayi dalam kandungannya dilaporkan tidak dapat diselamatkan.
Kejadian tersebut memicu perhatian masyarakat terkait kondisi infrastruktur dan akses layanan kesehatan di daerah terpencil. Banyak pihak menilai pemerintah perlu mempercepat pembangunan jalan dan pemerataan fasilitas kesehatan agar kejadian serupa tidak terulang.
Pemerintah daerah disebut akan melakukan evaluasi terkait akses pelayanan kesehatan di wilayah tersebut. Selain itu, perhatian terhadap sarana transportasi darurat bagi warga di daerah sulit dijangkau juga dinilai penting untuk diperkuat.
Meski bayi tidak tertolong, kondisi sang ibu dilaporkan dalam penanganan medis dan terus dipantau oleh petugas kesehatan.










































