KOTA CIMAHI – Suasana berbeda terlihat di Lapangan Apel Pemerintah Kota Cimahi, Kamis (18/6/2026). Jika biasanya lokasi tersebut dipenuhi aktivitas kedinasan dan agenda pemerintahan, kali ini lapangan berubah menjadi arena penuh gelak tawa, sorak dukungan, dan semangat kebersamaan.
Ratusan Aparatur Sipil Negara (ASN), Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK), hingga Tenaga Harian Lepas (THL) dari 32 perangkat daerah mengikuti Perlombaan Olahraga Tradisional dalam rangka memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-25 Kota Cimahi.
Kegiatan yang digelar oleh Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Kepemudaan dan Olahraga (Disbudparpora) Kota Cimahi tersebut tidak hanya menjadi hiburan bagi para peserta, tetapi juga menjadi sarana memperkuat solidaritas antaraparatur sekaligus menghidupkan kembali permainan tradisional yang mulai jarang dimainkan.
Sejak pagi hari, para peserta tampak antusias mengikuti berbagai perlombaan yang menguji kekompakan dan kerja sama tim. Empat cabang olahraga tradisional yang dipertandingkan meliputi Tarompah Panjang, Balap Karung, Estafet Air, dan Lari Balok.
Pada perlombaan Tarompah Panjang, peserta dituntut menyelaraskan langkah agar dapat mencapai garis finis tanpa kehilangan keseimbangan. Sementara dalam Estafet Air, kerja sama dan komunikasi menjadi faktor utama untuk membawa air sebanyak mungkin hingga tujuan akhir.
Tawa para peserta kerap pecah saat ada tim yang kehilangan ritme atau terjatuh di tengah lintasan. Namun suasana kompetitif tetap berjalan dalam nuansa penuh keakraban.
Bagi banyak peserta, kegiatan ini menjadi kesempatan untuk membangun hubungan yang lebih dekat dengan rekan kerja dari perangkat daerah lain yang selama ini hanya bertemu dalam forum resmi pemerintahan.
Kepala Disbudparpora Kota Cimahi, Dani Bastiani, mengatakan bahwa kegiatan ini memiliki tujuan yang lebih besar daripada sekadar mencari pemenang.
Menurutnya, olahraga tradisional merupakan bagian dari warisan budaya bangsa yang perlu terus diperkenalkan kepada masyarakat, termasuk generasi muda.
“Melalui momentum HUT ke-25 Kota Cimahi, kami ingin mengajak ASN, PPPK, dan THL kembali mengenal serta mencintai olahraga tradisional. Ini adalah bagian dari upaya menjaga budaya agar tetap hidup dan berkembang di tengah masyarakat,” ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa penyelenggaraan kegiatan tersebut sejalan dengan kebijakan nasional di bidang olahraga, termasuk Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2022 tentang Keolahragaan serta Peraturan Presiden Nomor 86 Tahun 2021 tentang Desain Besar Olahraga Nasional (DBON).
Selain membangun budaya hidup sehat, olahraga tradisional juga mengajarkan nilai gotong royong, disiplin, komunikasi, dan kerja sama yang relevan dalam kehidupan sehari-hari.
Kemeriahan tidak hanya terjadi di arena pertandingan. Di sepanjang sisi lapangan, para suporter dari masing-masing perangkat daerah tampil kreatif dengan kostum unik, yel-yel semangat, hingga berbagai bentuk dukungan yang menghidupkan suasana.
Panitia bahkan menyediakan penghargaan khusus untuk kategori Suporter Terbaik sebagai bentuk apresiasi terhadap kreativitas dan kekompakan para pendukung.
Keberadaan suporter membuat atmosfer perayaan HUT ke-25 Kota Cimahi semakin semarak dan memperlihatkan tingginya antusiasme seluruh perangkat daerah dalam mengikuti kegiatan tersebut.
Memasuki usia seperempat abad, Kota Cimahi terus berkembang melalui berbagai program pembangunan dan pelayanan publik. Namun di tengah modernisasi yang berlangsung cepat, pelestarian budaya tetap menjadi bagian penting dalam pembangunan daerah.
Melalui lomba olahraga tradisional, Pemerintah Kota Cimahi ingin menunjukkan bahwa kemajuan tidak harus menghilangkan identitas budaya yang telah diwariskan dari generasi ke generasi.
Permainan seperti tarompah panjang, balap karung, estafet air, dan lari balok bukan sekadar hiburan, tetapi juga sarana untuk menanamkan nilai kebersamaan, sportivitas, dan gotong royong.
Semangat itulah yang terasa sepanjang pelaksanaan kegiatan. Di balik sorak-sorai dan tawa para peserta, tersimpan pesan bahwa kebersamaan dan budaya lokal tetap menjadi kekuatan penting dalam perjalanan Kota Cimahi menuju masa depan. (Harry)






































